Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Outdoor di Pondok Modern Al Furqon Tulang Bawang Barat melalui Mukhoyyam
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas), 20 Juli 2025 — Pondok Modern Al Furqon kembali menyelenggarakan kegiatan Mukhoyam (مخيم), sebuah bentuk perkemahan edukatif yang dirancang sebagai bagian integral dari sistem pendidikan karakter berbasis Islam. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan dalam rangkaian Pekan Perkenalan Santri Baru Tahun Pelajaran 2025/2026 dan dilaksanakan selama tiga hari, sejak tanggal 17 hingga 20 Juli 2025, di bumi perkemahan Istiqlal, fasilitas terbaru milik Pondok Modern Al Furqon.
Secara terminologis, mukhoyam berasal dari bahasa Arab yang berarti "perkemahan". Dalam tradisi pendidikan Islam, mukhoyam bukan sekadar kegiatan luar ruang, namun mengandung nilai-nilai tarbiyah (pendidikan), tahdzib an-nafs (pembinaan jiwa), serta latihan kepemimpinan yang memperkuat akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan solidaritas antarsantri. Kegiatan ini dirancang sebagai media pembentukan karakter dalam konteks experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman langsung, yang selaras dengan prinsip learning by doing.
Acara dibuka secara resmi pada siang hari tanggal 17 Juli 2025 oleh Pimpinan Pondok, Drs. KH. Muhyiddin Pardi, dan ditutup pada pagi hari tanggal 20 Juli 2025 oleh Kamabigus (Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan) MA.PSA.Istiqomah Islamiyah, Ust. Syahid Mujibur Rahman, M.Pd. Kehadiran unsur pimpinan dan pendidik dalam kegiatan ini memperkuat dimensi edukatif dan keteladanan yang menjadi prinsip utama dalam pendidikan pesantren.
Penamaan lokasi perkemahan dengan sebutan “Istiqlal” oleh KH. Muhyiddin Pardi bukan tanpa makna. Kata Istiqlal yang berarti kemerdekaan secara filosofis mencerminkan semangat kemandirian dan pembebasan jiwa santri dari ketergantungan pada hal-hal yang melemahkan karakter.
"Bumi perkemahan ini menjadi simbol ruang bebas untuk menumbuhkan nilai-nilai tanggung jawab, kepemimpinan, dan spiritualitas di alam terbuka" Ungkap Beliau.
Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti beragam aktivitas, seperti pendirian tenda, olahraga pagi, simulasi tanggap bencana, lomba ketangkasan, serta muhasabah malam hari. Kegiatan tersebut bukan hanya mengasah aspek fisik dan intelektual, tetapi juga memperkuat koneksi emosional dan spiritual para peserta.
Secara pedagogis, kegiatan mukhoyam ini mencerminkan integrasi antara ta’lim (pengajaran), tarbiyah (pendidikan), dan ta’dib (pembinaan adab), tiga pilar penting dalam pendidikan Islam. Melalui aktivitas yang menantang dan kolaboratif, santri belajar membangun kerjasama, menyelesaikan masalah secara kolektif, serta meningkatkan kepercayaan diri dan resiliensi. Hal ini selaras dengan konsep pendidikan karakter menurut Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya pembiasaan dalam membentuk watak siswa.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Pondok Modern Al Furqon menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki kapasitas sosial, emosional, dan kepemimpinan yang kuat. Diharapkan, santri yang telah mengikuti mukhoyam mampu menjadi pribadi yang adaptif, solutif, serta siap mengabdi di tengah masyarakat dengan akhlak mulia dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni. (Tim Redaksi)
Sumber : Ust. Syahid Mujibur Rahman, M.Pd.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Barakallah, Hana Ramadhani Santri Ponpes Modern Al Furqon Berhasil Menyelesaikan Hafalan Al-Qur'an 30 Juz dalam 2 Tahun 2 Bulan
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) – Kabar membanggakan datang dari Pondok Pesantren Modern Al-Furqon, Tulang Bawang Barat, Lampung. Salah satu santrinya, Hana Ramadhani, bint
Dua Regu Penggalang Gudep Lengkap Pondok Modern Al Furqon melalui pangkalan MTs PSA Istiqomah Islamiyah Raih Prestasi Tinggi pada LT II Kwarran Tulang Bawang Tengah
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Gerakan Pramuka Gudep Lengkap Pondok Modern Al Furqon 099/100 melalui pangkalan MTs PSA Isti
Debut di Panjar Tebing, Naila Safitri Tembus Final dan Raih Posisi Kelima
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) — Santri MAS PSA Istiqomah Islamiyah Pondok Modern Al Furqon, Naila Safitri, berhasil menorehkan prestasi dalam kejuaraan panjat tebing kate
Empat Santri MAS PSA Istiqomah Islamiyah Ikuti Lomba Panjat Tebing : Langkah Awal Menuju Prestasi
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas) — Empat santri MAS PSA Istiqomah Islamiyah Pondok Modern Al Furqon turut ambil bagian dalam lomba panjat tebing dalam rangka memperingati Ha
Pembukaan PPSN VI 2026, Ribuan Pramuka Santri se Indonesia Berkumpul di Malang
MALANG, Al Furqon (Humas) — Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 resmi digelar di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiata
Ust. Anang Hadiri Rapat Koordinasi Mewakili Gudep Lengkap Pondok Modern Al Furqon untuk Persiapan Mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara 2026
Bandar Lampung, AAl Furqon (Humas) — Pondok Modern Al Furqon terus mempersiapkan diri dalam rangka mengikuti Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 2026. Dalam persiapan terse
Peserta Didik MAS dan MTsS PSA Istiqomah Islamiyah Mengikuti Kegiatan OMI Tingkat Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2026
Tulang Bawang Barat, Al Furqon (Humas), 9/9/2026 — Peserta didik MAS dan MTsS PSA Istiqomah Islamiyah turut berpartisipasi dalam kegiatan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingka
Ust. Syahid Mujibur Rahman Terpilih sebagai Ketua IKAPIBI UM Metro Periode 2026-2030
METRO, LAMPUNG — Ust. Syahid Mujibur Rahman, M.Pd., Kepala MAS PSA Istiqomah Islamiyah, terpilih sebagai Ketua Ikatan Alumni Pendidikan Biologi (IKAPIBI) Universitas Muhammadiyah
Santri Pondok Modern Al Furqon Sukses Jadi Petugas Pengibar Bendera di Kelurahan Panaragan Jaya
Panaragan Jaya, Al Furqon (Humas) — Semangat kemerdekaan terasa begitu meriah di Kelurahan Panaragan Jaya. Para santri Pondok Modern Al Furqon turut mengambil bagian dalam Upacara
Membumikan Budaya, Membangun Peradaban: Catatan dari Apel Tahunan Pondok Modern Al-Furqon Panaragan Jaya
Oleh: Susilo Aris Nugroho Pondok pesantren acapkali dipandang secara keliru sebagai menara gading yang steril dari denyut nadi kebudayaan lokal. Namun, riuh dan dinamisnya Apel Tahunan

